Ketupat Silaturahim #4, Dieng: Destinasi Wisata Islami Yang Recommended

https://dhalanpitedhah.blogspot.co.id/

Lebaran memang selalu menjadi monentum. Momentum kemenangan, momentum peningkatan ibadah, momentum peningkatan omset usaha, berlepas rindu, bersilaturahim, bahkan berwisata bersama. Namun apakah iya, jaman sekarang ini ada tempat wisata yang 'Islami'? Karena wisata identik dengan bersenang-senang, terkadang manusia kebablasen dalam senang-senang itu. Bayangkan saja tempat wisata seperti Bali yang selalu rame oleh bule-bule itu. Media menyoroti dengan serba serbi keerotisannya. Belum juga diskotik yang menjamur disana. Atau wisata dadakan pentas dangdut itu? Minuman keras yang bagaikan es teh, belum lagi penyanyinya yang megal-megol. Pokok e serba amburadul. Belum lagi ini kan moment lebaran. Apakah tidak tambah tuh amburadulnya jika kita berwisata itu saat lebaran seperti ini? hehe

Bagi anda yang ingin ke Bali, berkunjunglah ke pantai Sanur. Penuturan salah seorang kyai yang saya sowani, sebenarnya Bali atau bahkan Sanur itu masyarakat Islamnya juga banyak. Hal yang membuat Bali (Sanur) terkesan erotis itu adalah peran media yang menggambarkan Bali dari sisi itu saja. Di Bali ternyata ada makam wali yang juga diziarahi oleh para peziarah. Bahkan pak kyai menuturkan bahwa Sanur itu banyak juga orang Muslimnya, dan juga tak seerotis yang anda bayangkan. Pak kyai menegaskan bahwa terlepas dari semua itu, begitulah tempat wisata. Jika mau menutup diri malah mungkin akan tidak laku dan serame Sanur yang sekarang.

Salah satu tempat wisata lain yang recommended untuk mengisi waktu libur lebaran anda ialah dataran tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo. Sehemat penulis, wisata ini tidak akan merugikan bagi mereka yang berkunjung dengan suguhan keindahan alamnya. Hal itu juga ditunjang dengan infrastruktur jalan yang baik sehingga pengunjung tidak akan kesulitan untuk mengaksesnya. Belum lagi ditambah dengan pemandangan yang indah sepanjang perjalanan, atau bahkan tak jarang pula anda akan menemui plang/petunjuk arah untuk suatu agrowisata kecil-kecilan sebelum sampai di dataran tinggi Dieng. Perlu anda ketahui pula bahwa Dieng juga termasuk destinasi pariwisata internasional, sehingga rugi bagi anda jika melewatkan berlibur ke sana manakala ada kesempatan.

https://dhalanpitedhah.blogspot.co.id/ dieng

Berbeda dengan wisata yang terkesan jauh dari kata 'Islami', Dieng menawarkan hal-hal yang menarik. Sama seperti Bali yang disamping menyuguhkan keindahan alam juga menawarkan budaya lokal, Dieng punya budaya lokal yang kuat. Masyarakat di sana mayoritas Muslim yang taat. Tradisi kejawen yang diwarnai nilai-nilai keislaman menjadikan Dieng bisa dikatakan tempat wisata yang Islami. Masyarakatnya juga ramah, seperti umumnya masyarakat pegunungan. Dan bagi anda para pengunjung, jangan takut dicekik oleh para pedagang dengan harga dagangannya yang melangit. Pengalaman penulis makan dan membeli souvenir disana harganya tidak jauh berbeda saat kita membelinya di kampung kita sendiri.

https://dhalanpitedhah.blogspot.co.id/ dieng

Penulis sendiri berjelajah disana dan berakhir menginap, ngecamp, bertenda, dan memburu sunrise di puncak Sikunir. Pengelolaan wisata Sikunir ternyata juga tak kalah Islaminya dengan yang lain. Kita tidak diperbolehkan naik puncak sebelum jam 3 dini hari dan harus bertenda di bawah, di sekiling danau. Penuturan sang pengelola hal ini dilakukan guna menghindari kenakalan ulah pendaki pemuda-pemudi di atas puncak apabila pendaki diizinkan muncak sore hari atau sebelum jam 3.

https://dhalanpitedhah.blogspot.co.id/ dieng

Dengan diizinkannya kita muncak jam 3 dini hari, otamatis kita sampai puncak sudah menjelang fajar dan tinggal berburu sunrise. Selain itu, dengan diberlakukannya wajib menginap di kaki gunung, maka akan memudahkan petugas dalam mengawasi para wisatawan. Olehnya jangan kaget jika sepanjang malam para penjaga wisata mondar-mandir di tempat penginapan melihat apa saja yang dilakukan wisatawan. Para penjaga juga tak sudi untuk mengingatkan atau menindak wisatawan yang macam-macam. Pengalaman penulis, kita diingatkan untuk main kartu di dalam tenda saja agar tidak kelihatan wisatawan lain.

https://dhalanpitedhah.blogspot.co.id/ dieng

Ke-Islami-an Sikunir makin kuat tatkala dengan mudahnya fasilitas beribadah disediakan, mulai dari mushola yang berada di area penginapan atau bahkan di puncak sekalipun. Selain itu, para pedagang disana juga sering memutar lagu-lagu religius seperti rebana, sHolawatan, dll. Hal ini ditambah dengan slogan-slogan lewat tulisan yang terpasang di sekitar area wisata, seperti "bangga bermaksiat tanda kematian tinggal dekat" "kebersihan sebagian dari iman" dan lain sebagainya. Namun, kita harus kembali pada konsep awal bahwa tempat wisata bukanlah sama halnya dengan masjid, makam, kota suci. Se-Islami-Islaminya tempat wisata pasti akan kita temui hal-hal berbau wisata semisal orang berpacaran, saling bergandeng tangan, dan masih banyak lainnya karena mungkin kini itulah sejatinya tempat wisata. Akan tetapi dengan pernak-pernik Dieng tadi, maka mungkin sah-sah saja kita sebut Dieng sebagai destinasi wisata Alami-Islami.

Wa Allah a'lam...

0 Response to "Ketupat Silaturahim #4, Dieng: Destinasi Wisata Islami Yang Recommended"

Post a Comment